Grup Riset Kajian Isu Global Hubungan Internasional UNS Gelar Pengabdian Masyarakat Edukasi Penipuan Online di Dukuh Bekangan, Kabupaten Boyolali

Surakarta, 24 Mei 2025 — Grup Riset Kajian Isu Global Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Peningkatan Literasi Keamanan Digital dalam Rangka Pencegahan Penipuan Online kepada Pengrajin Kayu di Dukuh Bekangan, Kabupaten Boyolali” pada hari Rabu, 21 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen yang tergabung dalam grup riset Kajian Isu Global, mahasiswa HI UNS, serta mengundang perwakilan dari Persatuan Pengrajin Seluruh Bekangan (PPSB). Turut hadir pula M. Khairul Fikri, tokoh pemuda dari Dukuh Bekangan yang juga merupakan praktisi bidang keamanan digital.

Dalam sambutannya, Ketua Grup Riset Kajian Isu Global Dr. Muhnizar Siagian, M.I.Pol. menekankan bahwa kegiatan yang tengah dijalankan merupakan salah satu dari tridharma perguruan tinggi. “Bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan masalah yang ada adalah bagian penting dari pengabdian kami,” ujarnya. Beliau menyoroti isu penipuan online yang belakangan menjadi masalah trending, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagai contoh, beliau menceritakan kasus yang baru saja terjadi di Dukuh Bekangan beberapa minggu lalu, di mana seorang warga mengalami kebocoran data yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku penipuan untuk melancarkan aksinya. “Isu penipuan online ini menjadi catatan penting, kita perlu bekerja sama dan memahami bahwa ini adalah masalah bersama yang harus kita hadapi,” tegas Dr. Muhnizar.

Sesi materi pertama disampaikan oleh Lukman Fahmi, S.IP., M.Si., dosen Hubungan Internasional UNS. Beliau mengupas berbagai bentuk-bentuk penipuan online yang marak terjadi, seperti undangan palsu, salah transfer, atau resi palsu. Selain itu, Lukman Fahmi juga membahas salah satu bentuk penipuan yang terbilang baru dan semakin canggih, yaitu penipuan menggunakan kecerdasan buatan (AI). Modus ini, jelasnya, dilakukan dengan cara merekam pembicaraan pelaku dengan korban, lalu rekaman suara tersebut digunakan untuk menyetujui transaksi online, menjebak korban agar menyetujui sesuatu tanpa sepengetahuan mereka.

Pada sesi berikutnya, M. Khairul Fikri membagikan pengalamannya yang banyak menemui kasus penipuan online. Menurutnya, kelalaian dan ketidakhati-hatian korban seringkali menjadi faktor utama terjadinya penipuan. Ia juga menyoroti masalah penyalahgunaan data nasabah oleh oknum pegawai bank, yang mengindikasikan adanya fasilitator internal yang memungkinkan kebocoran data.

Fikri juga menjelaskan bahwa kepanikan nasabah sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya literasi keamanan digital bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa bank belum bisa bertanggung jawab penuh jika penipuan terjadi akibat kelalaian nasabah. “Banyak pelaku yang kini menggunakan rekening luar negeri untuk menyulitkan pelacakan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Fikri menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian, kewaspadaan, dan literasi dalam berinteraksi di dunia digital. Ia menegaskan, “kata sandi dan OTP (One-Time Password) wajib dijaga dan tidak boleh diberikan kepada siapapun.” Ia juga menyarankan agar selalu berhati-hati jika menerima telepon yang mencurigakan dan melakukan kroscek informasi sebelum mengambil tindakan apapun.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim grup riset juga turut membagikan buku saku kepada seluruh peserta. Buku saku ini berisi informasi lengkap mengenai jenis-jenis penipuan online, cara mendeteksi modus penipuan, serta langkah-langkah praktis untuk menghindarinya. Melalui pengabdian ini, diharapkan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Dukuh Bekangan, dapat menjadi lebih cermat dan waspada dalam menghadapi berbagai kasus penipuan online yang kian marak.

 

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru