Rafisa Rona: Mahasiswi HI UNS yang Menemukan Makna Kemanusiaan di Balik Gelar Duta GenRe

Rafisa Rona Dillaputri, mahasiswi program studi Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2024, kini tengah menjadi sorotan atas perannya sebagai Duta GenRe (Generasi Berencana) Kabupaten Sukoharjo 2025. Dalam sebuah sesi podcast bersama FISIP UNS, Rafisa berbagi perjalanan inspiratifnya dari rasa ragu hingga menjadi penggerak bagi remaja di daerahnya.

Bukan Sekadar Selempang, Tapi Tanggung Jawab Nyata
Bagi Rafisa, gelar Duta GenRe yang ia sandang bukanlah sekadar aksesori untuk tampil di media sosial. Ia menekankan bahwa jabatan ini adalah sebuah privilege untuk bisa menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak positif secara langsung.
“Duta GenRe itu bukan tentang selempang saja, tapi bagaimana akses ini memudahkan saya untuk berinteraksi lebih luas dengan teman-teman di luar sana,” ungkap mahasiswi yang kini duduk di semester 4 tersebut.

Keresahan Terhadap Realita Remaja
Keputusannya untuk terjun ke ajang Duta GenRe bermula dari keresahan saat memasuki dunia perkuliahan. Rafisa melihat adanya kesenjangan antara seminar-seminar kemajuan remaja menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan realita di lapangan.

Ia mengamati dua tantangan besar pada remaja saat ini:
Kelompok yang Terhimpit Ekonomi: Remaja yang hanya fokus untuk bertahan hidup hari demi hari sehingga tidak sempat memikirkan masa depan.
Kelompok di Zona Nyaman: Remaja yang merasa sudah memiliki segalanya sehingga tidak merasa perlu mempersiapkan masa depan.

Menghadapi hal ini, Rafisa berkomitmen untuk menciptakan “ruang aman dan nyaman” bagi setiap remaja agar mereka merasa memiliki hak yang sama untuk masa depan yang cerah, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kecerdasan akademik.

Pengalaman Menyentuh di SLB
Salah satu momen paling berkesan bagi Rafisa adalah saat ia berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Di sana, ia belajar bahasa isyarat untuk dapat berkomunikasi dengan teman-teman disabilitas. Pengalaman ini menyadarkannya bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk didengar dan disayangi.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru