Siapkan Mahasiswa Menuju Industri Olahraga Global, Hubungan Internasional UNS Gelar Workshop Pengembangan Karir

Surakarta, 26 Mei 2026—Program Studi Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan workshop pengembangan karir dengan tajuk “Persiapan Dunia Kerja dan Pengembangan Karir Mahasiswa Hubungan Internasional di Industri Olahraga” di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan yang dibuka pada pukul 13.20 WIB ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Roberto Octavianus Cornelis Seba, S.H., M.H.I., Sport Director Satya Wacana Salatiga Basketball Club dan Noer Achmad Septian Purwowidodo, Running and Digital Content Creator. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2024 diajak untuk mengenal peluang karir di sektor olahraga yang kian berkembang pesat sebagai industri global.

Dalam pengantar sesi pemaparan, Muhnizar Siagian selaku moderator menegaskan bahwa olahraga kini menjadi salah satu sektor yang signifikan dalam mendorong penciptaan lapangan kerja. Olahraga pun telah bertransformasi menjadi praktik yang menyentuh banyak nilai kehidupan, misalnya budaya, sosial, ekonomi, hingga diplomatik di tingkat global. Nilai kapital yang terus meningkat dan potensi riset yang besar menjadi nilai tambah yang menjanjikan untuk lulusan HI nantinya. 

Pada sesi pertama, Noer Achmad Septian Purwowidodo berbagi pengalamannya setelah lulus dari program studi Hubungan Internasional UNS pada tahun 2018 sebagai pelari rekreasional sekaligus content creator. Ia secara konsisten membagikan aktivitasnya di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Strava, serta aktif dalam komunitas USS Running. Konsistensi ini membawa pria yang akrab disapa Mas Wido ini untuk menjadi Key Opinion Leader (KOL) yang bekerja sama dengan sejumlah merek ternama seperti New Balance, Nike, dan Adidas.

Dalam sesi tanya jawab, ia menekankan bahwa membangun personal branding di dunia olahraga menuntut pertimbangan cermat antara idealisme akar rumput dengan realita kemitraan. Begitu seorang creator bermitra dengan sebuah merek, ia harus siap mengikuti aturan dan tuntutan dari brand tersebut. Meski demikian, Mas Wido tetap dapat menikmati hobi yang juga menjadi pekerjaan sampingannya ini, dibuktikan dengan update rutin #beforewerk yang menunjukkan kegiatan lari paginya sebelum kerja.

Sesi kedua dibawakan oleh Roberto Octavianus Cornelis Seba yang membawakan materi “Diplomasi Olahraga Bola Basket sebagai Instrumen Soft Power dalam Hubungan Internasional.” Ia memaparkan bahwa industri bola basket memiliki karakteristik unik yang menjadikannya alat diplomasi yang efisien, didukung oleh faktor utama seperti aksesibilitas, pop culture, serta ikonografi individu. Ia menerangkan bahwa secara teoritis, olahraga dapat dilihat dalam dua sudut pandang, yaitu sport diplomacy dan global governance.

Ia juga menjelaskan secara khusus besarnya peluang bagi lulusan Hubungan Internasional di industri olahraga global, misalnya pada bidang manajemen event internasional, sponsorship multinasional, sport tourism, hingga media dan jurnalisme olahraga. Menurutnya, kompetensi inti yang dimiliki mahasiswa jurusan ini sangat relevan karena mencakup negosiasi, komunikasi lintas budaya, analisis politik global, dan juga jaringan internasional.

Workshop berlangsung hingga pukul 15.30 WIB dengan sesi tanya jawab yang aktif, mencerminkan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Program Studi Hubungan Internasional UNS berharap mahasiswa dapat mempersiapkan diri dan mengembangkan kompetensi akademiknya. Secara tidak langsung, kegiatan ini menunjukkan bahwa gelar sarjana Hubungan Internasional tidak melulu dialamatkan untuk bekerja di Kemenlu, tetapi juga bidang-bidang lain seperti olahraga yang dekat dengan kehidupan.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru