Laboratorium Soft Power Diplomacy Hubungan Internasional UNS Gelar Bedah Buku “Bacaan Bumi”, Bahas Ekososialisme dan Kritis Terhadap Krisis Lingkungan

Surakarta, 26 November 2025—Laboratorium Soft Power Diplomacy Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS sukses menyelenggarakan Bedah Buku dan Diskusi berjudul “Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis untuk Indonesia.” Acara yang bertempat di Aula FISIP UNS ini menghadirkan penulis utama, Prof. Gerry van Klinken, dan tanggapan akademis dari dosen-dosen HI UNS.

Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan II dan Ketua Program Studi HI, yang menekankan pentingnya kajian ekologis dalam disiplin Ilmu Hubungan Internasional di tengah tantangan krisis global. Prof. Gerry memaparkan gagasannya di bawah tema “Ekososialisme, Kesetiakawanan, dan Keberlanjutan.” Beliau menjelaskan bahwa ekososialisme merupakan jawaban dari tantangan paling menyeluruh terhadap krisis struktural saat ini. Ia menambahkan bahwa struktur kekuasaan saat ini telah dikooptasi oleh korporat, sehingga pilihan satu-satunya untuk menghadapi krisis secara efektif adalah revolusi ekologis global yang menuntut radikalisasi demokrasi, tidak hanya dalam politik tetapi juga secara ekonomi.

Sesi dilanjutkan dengan tanggapan dari dosen-dosen HI UNS, yang memberikan perspektif lokal dan kritis terhadap pemikiran ekososialisme. Dr. Muhnizar Siagian menyoroti bahwa isu lingkungan bersifat interdisipliner dan menuntut kritis terhadap kontradiksi pernyataan dan perbuatan pemerintah. Ia menekankan adanya Siklus Bisnis Politik di mana kepentingan pemodal masuk ke ranah legislasi. Muhnizar juga mengajak audiens untuk mendampingi teori-teori Barat dengan kearifan lokal, membentuk ilmu sosial politik yang berorientasi lokal dan tidak menjadi konsumen gagasan Barat semata.

Lebih lanjut, Ferdian Ahya Al Putra dan mahasiswa HI UNS, Aina Maharani, mempresentasikan dilema hilirisasi nikel terhadap perlindungan ekosistem laut. Mereka memaparkan potensi kekayaan laut Indonesia yang terancam oleh masalah pembuangan tailing dari tambang nikel, yang mencemari ikan dan mengancam kesehatan. Mereka menyimpulkan bahwa kegagalan stakeholder menangkap masalah lingkungan telah membuat dampak hilirisasi menjadi signifikan terhadap ekosistem laut.

Terakhir, Andriko Sandria memperkenalkan konsep slow-living sebagai salah satu cara untuk mendorong degrowth (pertumbuhan negatif). Ia mengkritisi mindset yang salah di kalangan individu, seperti keinginan mengejar penghasilan tertentu sebelum usia tertentu, dan menggagas jika isolasi suku Baduy Dalam merupakan kondisi ideal dari degrowth yang dicita-citakan oleh ekososialisme.

Kegiatan bedah buku dan diskusi ini diharapkan dapat memicu lahirnya nasionalisme ekologis yang kritis serta mendorong mahasiswa HI UNS untuk menjadi produsen gagasan ekologis yang mengacu pada pengalaman Indonesia.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru