Dorong Mahasiswa Tembus Jurnal Internasional, Hubungan Internasional UNS Gelar Workshop Publikasi Ilmiah Bersama Pakar dari Dua Kampus Ternama

Surakarta, 16 April 2026 — Program Studi Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan workshop bertema “Peningkatan Publikasi Ilmiah Bereputasi Internasional” di UNS Tower pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dr. Ahmad Hanif Asyhar, M.Si., dosen dan peneliti dari UIN Sunan Ampel Surabaya, serta Muhammad Farid Alfarisy, S.E., M.Sc., dosen dan peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Workshop ini dirancang untuk membekali mahasiswa—khususnya para peneliti pemula—dengan panduan komprehensif seputar penulisan dan publikasi artikel ilmiah di jurnal terindeks Sinta 2 maupun jurnal internasional bereputasi.

Pada sesi pertama, Dr. Ahmad Hanif Asyhar membahas dasar-dasar penulisan artikel ilmiah, dengan fokus pada struktur IMRAD (Introduction, Methods, Result, and Discussion) dan non-IMRAD. Ia menegaskan bahwa mengikuti format saja tidak cukup; penulisan yang baik harus berakar pada ide yang kuat dan jelas. Menurutnya, ide penelitian dapat digali dari minat pribadi, kajian literatur, maupun pengamatan terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Ia pun menguraikan elemen-elemen penting dalam sebuah artikel ilmiah, mulai dari judul, abstrak, pendahuluan, metode, pembahasan, hingga kesimpulan.

Dr. Ahmad Hanif turut menyoroti alasan-alasan mendasar yang kerap menyebabkan artikel ditolak jurnal, di antaranya kurangnya fokus penelitian, minimnya unsur kebaruan (novelty), serta kelemahan dalam penulisan. Peserta juga diajak untuk memahami perspektif reviewer jurnal agar lebih peka dalam menilai kekurangan naskah sebelum diunggah. Sesi ini ditutup dengan pemaparan mengenai etika penulisan ilmiah sebagai landasan nilai akademik yang wajib dijunjung oleh setiap akademisi.

Memasuki sesi kedua, Muhammad Farid Alfarisy membedah proses publikasi dari sudut pandang editor jurnal terindeks Sinta 2. Ia menjelaskan perbedaan berbagai jenis karya ilmiah dan menegaskan bahwa artikel jurnal merupakan bentuk tulisan paling matang karena melewati proses review yang ketat. Ia juga menekankan pentingnya mengidentifikasi research gap sebagai sumber kebaruan yang menjadi nilai tambah sebuah penelitian.

Lebih lanjut, Farid memaparkan tahapan pengiriman artikel secara rinci, mulai dari pemilihan jurnal yang tepat sasaran, pemahaman terhadap author guidelines, hingga penggunaan sistem Open Journal System (OJS). Ia mengingatkan bahwa banyak artikel ditolak bukan karena kualitas isi yang buruk, melainkan karena tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal yang dituju. Pemilihan referensi yang relevan dan mutakhir juga ditekankan sebagai faktor penting dalam menopang kualitas dan kredibilitas tulisan.

Melalui workshop ini, peserta memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai proses penulisan hingga publikasi artikel ilmiah secara profesional. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi mahasiswa dalam menyusun karya tulis yang terarah, berstandar tinggi, dan siap bersaing di kancah jurnal internasional.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru