Surakarta, 13 Maret 2025 — Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS) ke-49, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS menggelar seminar nasional dengan menghadirkan Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si., yang juga alumni Ilmu Komunikasi FISIP UNS. Seminar ini digelar pada hari Selasa, 11 Maret 2025 di Ruang Aula FISIP dengan diawali dengan sambutan dari Dekan FISIP, Dr. Didik Gunawan Suharto, S.Sos., M.Si., serta Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.
Dalam sesi Inspirational Talk, Dr. Budi mengungkapkan adanya kerja sama antara FISIP UNS dan Kementerian Perdagangan RI untuk mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Ia juga berbagi pengalaman kuliahnya, serta memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mengembangkan tiga kecerdasan utama: hard skill, soft skill, dan mindset. Tiga kecerdasan ini mutlak dikembangkan oleh mahasiswa agar mereka tidak menjadi “mutiara terpendam”—memiliki potensi besar tetapi enggan menampilkan kemampuannya.
Dr. Budi juga menyoroti kondisi kewirausahaan di Indonesia, di mana rasio kewirausahaan masih di angka 3,4% karena banyak UMKM yang tidak berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya orientasi jangka panjang dalam bisnis dan memaparkan tiga program utama Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing Indonesia: menjaga daya saing produk global, mendorong produk Indonesia masuk ke pasar global, serta mendukung UMKM dalam ekspansi internasional.
Seminar dilanjutkan dengan pemaparan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Putodewi, S.H., M.Si., yang menjelaskan pentingnya ekspor dalam pertumbuhan ekonomi. Demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memberikan berbagai dukungan. Salah satunya melalui Export Coaching Program untuk membantu pelaku usaha menembus pasar global. Selanjutnya, Rosyid Nukha, S.Sos., M.Si., Direktur Utama Prospect Riset Madani, membahas Sustainability Business, menyoroti pentingnya bisnis berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan.
Sesi terakhir diisi oleh Lukman Fahmi Djarwono, S.IP., M.Si., dosen Program Studi Hubungan Internasional sekaligus pengampu mata kuliah Kewirausahaan. Dalam materi yang berjudul “Mahasiswa, Bisnis Proposal, dan Masa Depan Indonesia”, Lukman membahas pentingnya business proposal dalam perencanaan bisnis. Ia menjelaskan bahwa proposal bisnis membantu menetapkan tujuan, menciptakan parameter yang jelas, dan meminimalisir risiko kegagalan. Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai kewirausahaan dan tantangan bisnis di masa depan.