Surakarta, 20 Juni 2025—Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menggelar seminar nasional bertajuk“Bisnis Internasional dan Peran Strategis Logistik Global” pada Rabu, 20 Juni 2025. Acara ini menghadirkan Direktur PT Antareja Prima Antaran (RPX One Stop Logistic), Bapak Rachdi Satoto, sebagai pembicara utama. Bertempat di Ruang Seminar FISIP UNS Surakarta, seminar ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk memahami dinamika perdagangan global dan pentingnya sektor logistik dalam mendukungnya.
Seminar ini bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai bisnis internasional yang mencakup ekspor, impor, investasi asing, serta pentingnya regulasi lintas negara, budaya, bahasa, dan perbedaan sistem perpajakan serta mata uang. Dalam paparannya, Bapak Rachdi Satoto menjelaskan bahwa bisnis internasional tidak lagi menjadi domain eksklusif perusahaan besar, namun telah menjangkau pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui platform digital dan dukungan logistik yang andal.
Lebih lanjut, beliau memaparkan peran logistik global sebagai tulang punggung perdagangan internasional. “Manajemen logistik yang efisien sangat menentukan keberhasilan pengiriman barang lintas negara. Tidak hanya dari sisi biaya dan ketepatan waktu, tetapi juga kepuasan pelanggan global,” ujar Rachdi.
Dalam sesi utama, peserta diajak memahami tantangan nyata dalam dunia logistik, seperti disrupsi rantai pasok akibat pandemi, konflik geopolitik, serta meningkatnya tuntutan transparansi dan kecepatan pengiriman dalam era e-commerce. Melalui studi kasus seperti krisis Terusan Suez dan pandemi COVID-19, Rachdi menekankan pentingnya membangun sistem logistik yang agile dan resilient.
Sebagai contoh konkret, Rachdi memperkenalkan profil dan peran strategis RPX One Stop Logistic yang telah berdiri sejak 1981. Sebagai pelopor layanan ekspres dan mitra eksklusif FedEx di Indonesia, RPX menyediakan solusi logistik end-to-end, mulai dari freight forwarding, customs clearance, warehousing, hingga distribusi domestik dan internasional. RPX juga mendorong digitalisasi layanan dengan aplikasi Kiriman Express dan sistem pelacakan real-time yang terintegrasi dengan mitra e-commerce dan B2B. Salah satu segmen menarik dalam seminar adalah studi kasus ekspor UMKM fesyen dari Bandung ke Jepang, di mana RPX membantu proses dokumentasi, pengemasan, hingga pengiriman tepat waktu. Keberhasilan pengiriman tersebut menghasilkan repeat order dan peningkatan reputasi brand lokal di pasar internasional.
Di akhir sesi, Rachdi juga membagikan peluang karir di sektor logistik yang kini tengah berkembang pesat. “Industri ini membutuhkan talenta muda yang kreatif, paham digital tools, dan memiliki wawasan global. Mahasiswa perlu membekali diri sejak dini,” tutupnya. Seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis dan strategis tentang dunia bisnis dan logistik internasional, tetapi juga membuka perspektif baru tentang pentingnya kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri dalam menyiapkan SDM unggul dan kompetitif secara global.