Mahasiswi HI FISIP UNS Raih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah IRSA Universitas Kristen Satya Wacana

Surakarta, 4 Agustus 2024—Dua mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Aisyah Zakiyah Nur Aini dan Hasna Dherin Syakira, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan oleh International Relations Student Association (IRSA) di Laboratorium Diplomasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, pada Sabtu, 3 Agustus 2024.

Lomba bertema The Impact of The Increase of Geopolitical Dynamics in Middle East on Global Dynamics ini mencakup tiga subtema, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs), keamanan, dan ekonomi. Aisyah dan Syakira tampil di subtema keamanan dengan karya tulis berjudul “Relevansi Unsur Komponen Human Security Index (HSI) terhadap Tingginya Fragile State Index (FSI) Yaman di Tengah Ketidakstabilan Geopolitik pada Tahun 2012–2022.” Dengan karya tersebut, keduanya berhasil mengungguli delegasi dari kampus-kampus ternama, termasuk Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan matang yang dimulai jauh sebelum hari perlombaan, mulai dari pengajuan abstrak hingga presentasi akhir, di bawah bimbingan dosen HI UNS, Septyanto Galan Prakoso, S.I.P., M.Sc.

“Kami sudah menyiapkan ini sejak jauh-jauh hari, mulai dari pengajuan abstrak hingga presentasi di Laboratorium Diplomasi UKSW, tentunya dengan bimbingan Pak Galan juga,” ungkap Syakira.

Sebagai pengalaman pertama mereka dalam kompetisi karya tulis ilmiah, Aisyah dan Syakira mengaku sempat dilanda gugup saat presentasi. “Presentasi ini jadi sesuatu yang baru buat kami. Karena ini pertama kalinya kami presentasi untuk lomba, jadi sempat grogi,” tutur Aisyah.

Tantangan tidak berhenti pada tekanan kompetisi semata. Syakira menambahkan bahwa karya tulis mereka menggunakan metode kuantitatif—pendekatan yang jarang digunakan dalam studi Hubungan Internasional. “Lomba ini menantang banget, bahkan dari proses penulisannya. Kami dibimbing Pak Galan untuk menggunakan metode kuantitatif, sementara metode ini jarang dipakai di kelas,” jelasnya.

Meski demikian, keduanya menyatakan antusias untuk terus berkompetisi ke depannya. “Aku pribadi ingin ikut lomba seperti ini lagi, sekaligus memperbaiki evaluasi kali ini dan meningkatkan kapasitasku,” ujar Aisyah.

Dosen pembimbing, Septyanto Galan Prakoso, membenarkan bahwa aspek novelty atau kebaruan menjadi kunci keunggulan karya tulis Aisyah dan Syakira di hadapan dewan juri. “Kami memang memberikan arahan terkait substansi maupun metode yang digunakan. Kami berupaya menonjolkan aspek novelty dalam karya ilmiah yang diajukan, dan alhamdulillah hal ini diapresiasi oleh dewan juri,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada kedua mahasiswinya dan menegaskan komitmen Program Studi HI UNS dalam mendukung mahasiswa untuk terus berprestasi di berbagai ajang kompetisi akademik.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru